Membedah Kebutuhan dan Penghargaan Guru

Resensi Buku

 

Nama Buku      : Pengembangan SDM Guru:

Sistem Komunikasi, Kebutuhan Guru, dan Manajemen Penghargaan

 

Penulis             : Maryamah, Martinis Yamin, Lukman Hakim

Penerbit           : Semesta Aksara

Tahun Terbit   : Tidak tercantum

Tebal Buku      : VI + 204 hal

 

 

 

Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan kunci dari suatu institusi termasuk di satuan pendidikan. Banyak pihak yang menyorot persoalan dan pengembangan SDM. Pengembangan SDM guru sangat krusial dalam sistem pendidikan, baik di Indonesia maupun secara global. Guru bukan hanya penyampai ilmu, melainkan kunci utama dalam membentuk generasi mendatang yang berkualitas.

 

Mengapa pengembangan sumber daya manusia (SDM) guru perlu diprioritaskan, setidaknya ada empat alasan: 1) guru adalah faktor penentu kualitas pendidikan dan SDM bangsa, 2) meningkatkan kompetensi guru secara berkelanjutan, 3) punya dampak langsung terhadap prestasi dan hasil belajar siswa, dan 4) meningkatkan profesionalisme dan motivasi kerja guru.

 

Dalam buku ini, penulis menyorot tiga isu utama yang menjadi dasar dalam pengembangan SDM guru. Pertama; sistem komunikasi yang efektif antara guru, siswa, dan pemangku kebijakan pendidikan. Kedua; pemenuhan kebutuhan guru dalam berbagai aspek, serta ketiga; manajemen penghargaan yang dapat meningkatkan motivasi dan kinerja guru.

 

Melihat daftar pustaka yang berjumlah sembilan halaman, buku ini merupakan karya ilmiah pengembangan SDM guru. Tapi mencermati isi dan judul artikelnya, seolah terkesan tulisan opini yang lepas dan tidak berkaitan satu sama lain.

 

Di daftar isi juga tercantum judul 32 artikel tanpa ada bab dan sub bab, jamaknya buku referensi. Buku ini juga tanpa dokumentasi kapan dicetaknya. Kita baru tahu tahun buku tersebut dicetak setelah melihat kata pengantar yang dicantumkan tim penulis Maret 2025.

 

Saat ini dunia pendidikan menghadapi tantangan krusial, yakni masuknya era digital dengan segala pernak-pernik kemajuan teknologi digital yang secara tidak langsung juga menerpa sistem pendidikan. Sistem pembelajaran tidak saja dilakukan dengan gaya konvensional tapi juga menerapkan pola digital. Perubahan ini bukan hanya mempengaruhi sistem mengajar tapi juga memaksa pelajar beradaptasi dengan kemajuan teknologi digital.

 

Sepertinya, masalah pendidikan dan peran guru di era digital belum menjadi perhatian serius penulis buku. Dari tiga puluhan judul, tidak ada yang khusus membahas fenomena guru dan penyesuaian pengajaran pendidikan di era digital.

 

Tapi yang menarik, penulis menyorot pentingnya integritas di dunia pendidikan. Menurut penulis, guru yang memiliki integritas akan mendidik murid-muridnya dengan penuh kejujuran dan tanggungjawab.

 

Sebaliknya, penulis berkeyakinan tanpa integritas maka sistem pendidikan akan kehilangan esensinya, dengan munculnya praktek-praktek curang seperti plagiarisme, jual beli nilai atau ketidakjujuran akademik lainnya.

 

Penulis juga mengkaitkan pengembangan guru dengan teori kebutuhan Maslow, yakni kebutuhan fisiologi, keamanan, sosial, penghargaan dan kebutuhan aktualisasi diri. Dalam kontek pendidikan, penulis menilai, kebutuhan merupakan kondisi yang menuntut terpenuhinya suatu hal untuk menjalankan proses pendidikan dengan baik.

 

Secara umum, buku ini sarat dengan narasi ilmiah yang patut menjadi referensi pelajar, mahasiswa, praktisi pendidikan yang mencari inspirasi singkat, maupun kalangan masyarakat umum mengenai pembelajaran pendidikan terutama pengembangan SDM guru.(Ridarman Bay)*

78 views


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *