DARI PENGAWASAN PARSTISIPATIF HINGGA PERINGATAN ISRA MIKRAJ

Ditengah arus masalah kehidupan dengan berbagai masalahnya mulai dari masalah politik, ekonomi, moral, keadilan, hingga masalah efesiensi anggaran yang menyusup keruang-ruang diskusi. Bawaslu sesuai fungsinya terus berusaha berperan dan menjalankan tugas-tugasnya dalam menjaga integritas pemilu.

 

Untuk mewujudkan pemilu yang jujur dan adil, Bawaslu mengembangkan berbagai bentuk pencegahan pelanggaran dan sengketa proses pemilu yang efektif dalam menghadapi pemilu 2029, salah satunya adalah Penguatan Kelembagaan dan pengawasan partisipatif dalam bentuk Identifikasi Kerawanan, Pendidikan, Kerja sama, Publikasi dan jumat jumpa berlian dan lain-lainya.

 

Jumat, 23 Januari 2026, Bawaslu Kota Tanjungpinang mengunjungi IAI Miftahul Ulum Tanjungpinang, IAI MU ini merupakan salah satu pionir perguruan tinggi di Kepri, yang berdiri sejak 9 Agustus 1989 dimulai dari pembentukan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT), yang kemudian beralih status menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) pada 6 Oktober 2010, dan tertanggal 15 Januari 2024 Keputusan Menteri Agama Nomor 92 tahun 2024 resmi menjadi IAI Miftahul Ulum.

 

Kedatangan Bawaslu disambut langsung  oleh Rektor IAI MU, Dra. Hj. Mardhiah, M.M dan diampingi Warektor I, Suhardiman, M.Pd.I, Warek III Muhammad Nur, M.Pd.I serta beberpa Civitas akademik lainnya.

 

Pertemuan ini berlangsung penuh dengan pikira-pikiran yang mencerahkan, membahas seputar bagaimana IAI MU dapat berkontribusi dalam memperkuat pengawasan pemilu demi terwujudknya pemilu yang berkualitas dan berintegritas pada tahun 2029, Singkatnya pertemuan ini melahirkan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Pendidikan, Penelitian dan Pengabadian Kepada Masyarakat dalam Rangka Persiapan Pengawasan Partisipatif Pemilu dan Kerja Sama tentang Penyelenggaraan Pengawasan Partisipatif Pemilu.

 

Tujuan kerjsama sama ini agar dapat memperkuat peran Pengawasan untuk mendorong partisipasi Masyarakat dalam pengawasan pemilu di wilayah Kota Tanjungpinang, kemudian dapat berpartisipasi dalam Upaya pencegahan terjadinya pelanggaran Pemilu dan memberikan Pendidikan politik kepada mahasiswa terkait pengawasan dalam pemilu.

 

Memperingati : Memaknai Isra Mikraj dalam Kehidupan

Hari yang bersamaan, di ruangan yang beralaskan tikar pandan, Bawaslu Kota Tanjungpinang menggelar Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 H di Lingkungan Bawaslu Kota Tanjungpinang dengan tema “Memaknai Isra Mikraj dalam Kehidupan”

 

Kegiatan ini terasa seperti jedah ditengah hiruk-pikuk masalah kehidupan, dikemas dalam bentuk diskusi dengan moderator Hendri Safutra, MM, dan Pembaca ayat-ayat suci Alquran Rapida Nuriana, MM, kemudian penceramah Dr. Muhammad Yusuf .HM, M.Ed, yang mereka bertiga merupakan Komisioner Bawaslu Kota Tanjungpinang  dan di ikuti oleh seluruh jajaran pegawai dilingkungan Bawaslu Kota Tanjungpinang.

 

Dengan beralasan tikar, satu-persatu pegawai dan pimpinan mulai berdatangan dan terlihat membawa bungkusan, ibu-ibu sibuk diruangan dapur mini Bawaslu, membuka bungkusan yang dibawa, mereka saling membantu sama lain.

 

Sementara kaum bapak-bapak satu persatu mengambil posisi duduk bersandar di dinding, tidak lama dihidangkan  gorengan, roti, agar-agar, nasi lemak dan lainnya, pemandangan ini terasa mengingatkan saya pada kehidupan Masyarakat di Desa-desa dan perkampungan, keterbatasan yang disebut efesiensi anggaran tidak menghalangi program jumat ketemu berlian, niat kebaikan mengalir bagaikan air, semangat kebersamaan, dan rasa kekeluargaan menyatu dan seakan kita tidak sedang efisiensi anggaran. Mengutip  Al Quran ayat 7 surat Ibrahim: “Sesungguhnya jika kalian bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepada kalian;…”

 

Penceramah dipersilahkan duduk dimimbar, suasana ruangan mulai hening, acara dibuka oleh moderator, terlihat para hadirin serius mendengarkan tausiah, beberapa pesan  disampaikan dalam memaknai Isra Mikraj dalam kehidupan diantaranya adalah:

  1. Perjalanan Isra mikraj sebagai penanda bagi kita untuk terus menjaga dan meningkatkan ke Islaman oleh karena itu Jangan Tinggalkan sholat, karena sholat merupakan perintah langsung dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW, tanpa perantara malaikat;
  2. Isra Mikraj mengingatkan untuk meningkatkan kinerja di Bawaslu Kota Tanjungpinang karena Sholat mengajarkan kita tentang kedisiplinan.
  3. Tingkatkan Hubungan Habluminallah dan jaga hubungan hablum minannas.

 

Diakhir tausiah ditutup dengan doa, yang dipimpin oleh Muklis, SE, Pegawai Bawaslu Kota Tanjungpinang, doa-doa yang dilantunkan seakan membawa para hadirin kepada sebuah renungan bersama, bahwa dengan penghambaan kepada yang maha pemaaf dan maha pemberi adalah tempat untuk kembali kemudian dilanjutkan makan bersama dilingkungan Bawaslu Kota Tanjungpinang.*

 

 

 

HENDRI SAFUTRA, S.Pd.I, MM

 Anggota Bawaslu Kota Tanjungpinang

114 views


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *