Tanjungpinang (infoluarbiasa.net) – Di tengah berbagai keraguan dan rintangan, Uji Kompetensi Wartawan (UKW) akhirnya berhasil dilaksanakan oleh Komunitas Jurnalis Kepri (KJK) bekerja sama dengan Lembaga Penguji Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, pada Sabtu (29/8), di Hotel CK Tanjungpinang.
Acara yang dibuka secara resmi oleh Gubernur Kepri yang diwakili Plt Asisten 1 Pemprov Kepri, Hendri, SE, ini mendatangkan narasumber, Analis Kebijakan Lemdiklat Polri Irjen Pol Dr. Andry Wibowo, M.Si.
“Ini adalah UKW pertama di Kepulauan Riau yang menghadirkan Jenderal Bintang 2. Kita berada di wilayah beranda depan negara ini, di batas laut yang rawan konflik informasi. Kolaborasi antara pers dan aparat bukan lagi pilihan, melainkan sebuah kewajiban,” tegas Ketua KJK, Ady Indra Pawennari.
Sinergi ini, lanjutnya, mendapat dukungan penuh dari Gubernur Kepri Ansar Ahmad serta seluruh unsur Forkopimda. Apresiasi khusus juga disampaikan kepada Irjen Pol Andry Wibowo yang bersedia menjadi narasumber dengan materi “Sinergitas Polri dan Pers Dalam Mewujudkan Keamanan Siber dan Menangkal Disinformasi di Wilayah Perbatasan.”
Tampak datang Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H, Komisioner KPU Kepri Priyo Handoko, Komisioner Bawaslu Kepri Dr. Maryamah, serta Ketua KPID Kepri Ahmad Dani, SE.I.

Turut hadir Direktur LUKW UPN “Veteran” Yogyakarta Dr. Susilastuti Dwi Nugraha Jati beserta tim penguji, anggota KPU Kota Tanjungpinang Desi Liza Purba dan Henky Mohari, perwakilan BP Batam, serta sejumlah pejabat sipil dan militer setempat.
Ketua KJK, Ady Indra Pawennari, dalam sambutannya menyatakan bahwa pihaknya menghadapi berbagai rintangan dalam menyelenggarakan UKW ini. “Kita berdiri bersama dalam acara ini bukan hanya untuk berkumpul, tapi kita hadir di sini untuk membuktikan sebuah kebenaran besar,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, perjalanan KJK menggelar UKW tidaklah mulus. “Ada angin kencang yang sengaja ditiupkan untuk merubuhkan. Ada jemari yang sibuk merajut fitnah, ada suara-suara yang melakukan pembusukan, dan ada tangan-tangan yang berupaya keras menggagalkan langkah kita,” tuturnya.
Namun, yang paling menyayat hati, kata Ady, justru upaya penghalangan itu datang dari sesama wartawan. “Mereka adalah saudara kandung kita sendiri. Kita lahir dari rahim profesi yang sama. Kita dibesarkan oleh cita-cita dan diajarkan oleh kode etik yang sama. Namun sungguh disayangkan, dalam perjalanan waktu, mereka memilih jalan adab yang berbeda,” ucapnya.
Meski demikian, Ady tetap membuka pintu rekonsiliasi. “Darah profesi ini lebih kental daripada kebencian sesaat. Dari podium yang terhormat ini, kami ingin memelihara persahabatan. Kami ingin membuka tangan lebar-lebar. Wahai saudaraku, kembalilah ke jalan yang benar. Pulanglah ke dalam pelukan ibu kandung profesi ini,” serunya.
Kegiatan UKW ini diikuti 24 peserta yang terbagi dalam empat kelas, yakni dua kelas Muda, satu kelas Madya, dan satu kelas Utama.
Ady menegaskan bahwa UKW ini bukan sekadar agenda seremonial. “Ini adalah sebuah panggilan jiwa. Kita tidak ingin sekadar menulis berita yang lewat begitu saja, kita ingin mengukir sejarah dengan pena yang bertanggung jawab, profesional, dan bermartabat,” katanya.
Ady memberikan motivasi kepada seluruh peserta untuk mengikuti ujian dengan mental petarung. “Tegakkan kepala kalian, buang jauh-jauh rasa ragu di dada kalian. Kalian adalah wajah masa depan pers Kepulauan Riau. Buktikan kepada dunia bahwa wartawan Kepulauan Riau adalah jurnalis yang kompeten, tangguh, beretika, dan berkelas,” pungkasnya. (red)










