TANJUNGPINANG (infoluarbiasa.net)— Komunitas Jurnalis Kepri (KJK) serius memberikan peningkatan kualitas kepada wartawan yang ada di Provinsi Kepri. Menyusul digelarnya Uji Kompetensi Wartawan (UKW), yang juga mendatangkan narasumber (Narsum) dari pusat, seorang polisi bintang dua, Irjen Pol. Andry Wibowo, Analis Kebijakan Lemdiklat Polri.
“Pak Irjen Pol. Andry Wibowo akan memberi materi soal Sinergi Polri-Pers dalam menangkal disinformasi di wilayah perbatasan,” ujar Ketua KJK, Ady Indra Pawennari, menjawab pertanyaan, Kamis (20/8), di Tanjungpinang.
Menurut Ady, keamanan wilayah perbatasan Indonesia kini tidak lagi hanya bertumpu pada kekuatan fisik dan militer. Tantangan terbesar di beranda terdepan NKRI saat sekarang adalah kedaulatan informasi, yang menuntut sinergi total antara Polri dan Pers untuk menangkal gempuran disinformasi serta ancaman siber.
Momen penyampaian materi itu disejalankan dengan kegiatan UKW KJK Kepri bekerja sama dengan Lembaga Penguji dari UPN Veteran Yogjakarta. UKW itu akan dilaksanakan selama dua hari, Sabtu-Ahad, 29-30 Agustus 2026, di Hotel CK Tanjungpinang.
Dikatakan, UKW tersebut mendapat tanggapan positif dari reporter yang ada di Kepri, khususnya di Pulau Bintan. “Kami terpaksa membatasi jumlah peserta. Banyak yang pengen ikut,” ujar mantan Bendahara PWI Kepri itu.
Narasumber, sambung Ady, akan memetakan wilayah perbatasan seperti Kepulauan Riau yang sangat rentan terhadap penetrasi digital asing yang cepat namun minim infrastruktur lokal. Akibatnya, hoaks lintas negara bakal menyebar lebih cepat dan mengancam aspek nasionalisme warga lokal.
“Keamanan wilayah perbatasan tidak hanya dijaga dengan kekuatan fisik, melainkan juga dengan kedaulatan informasi dan ketahanan siber. Sinergi Polri dan Pers adalah kunci utama. Polri mengamankan dari sisi hukum dan teknis siber, sedangkan pers membentengi masyarakat melalui akurasi informasi berita,” tegas Irjen Pol. Andry Wibowo, Kamis (20/8), sebagaimana disampaikan Ady.
Menurut Ady, Andry menilai ada pembagian peran yang konkret antara kedua lembaga:
* Peran Sentral Polri: Mengambil tindakan taktis lewat patroli siber intensif, penegakan hukum pidana siber (UU ITE) yang berkeadilan, mendorong penyediaan infrastruktur siber, serta menggalakkan edukasi Kamtibmas siber hingga ke pelosok.
* Peran Garda Depan Pers: Menjalankan fungsi jurnalistik secara ketat dengan memproduksi berita berbasis fakta, melakukanfact-checking isu sensitif, menjadi narasi tandingan (counter-narrative) terhadap hoaks asing, serta mendongkrak literasi media masyarakat.
Sebagai langkah nyata di lapangan, Lemdiklat Polri mendorong tiga bentuk sinergitas operasional antara kepolisian dan insan pers di perbatasan:
* Crisis Center dan Media Center Bersama: Pusat konfirmasi kilat antara Humas Polri dan jurnalis untuk memverifikasi isu hoaks dalam hitungan menit.
* Joint Cyber Literacy Program: Kolaborasi langsung turun ke desa-desa untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya jempol ceroboh dan literasi hukum.
* Forum Komunikasi Kamtibmas Siber Berkala: Pertemuan rutin untuk memetakan tren disinformasi lokal, isu geopolitik sensitif, dan deteksi dini konflik sosial.
Ady Indra Pawennari menyambut gembira kesediaan Irjen Andry sebagai narasumber pada UKW tersebut. Apalagi, sambung Ady, UKW akan dibuka oleh Gubernur Kepri Ansar Ahmad. “Pak Gubernur Ansar sudah oke membuka acara UKW nanti,” ujar Ady sambil tersenyum senang.
Sementara itu, Ketua Panitia UKW, Ambo Akok, memastikan seluruh persiapan teknis bagi peserta dari Anambas, Bintan, Batam, dan Tanjungpinang telah maksimal. Kehadiran Lemdiklat Polri diharapkan mampu melahirkan jurnalis perbatasan yang kompeten, profesional, dan siap berkolaborasi menjaga ketahanan siber nasional.(red)












